
Sabar?
Kata ini tentu mudah sekali diucap dan diingat, namun untuk
menjalankannya? Siapa yang berani berkata mudah? Sangat jarang, dan bahkan
hampir tidak ada. Ya, sabar memang sulit dijalankan, dilakukan,
dilaksanakan. Emosi yang sepertinya mengikat hati kita ini, seolah
membuat kita tidak layak menyandang predikat sebagai seorang penyabar.
Karena ada saja godaan dan cobaan yang menguji kesabaran kita.
Berikut ini adalah Tips Cara Bersabar :
1. Memperbanyak senyum
Bila Anda dalam keadaan tegang
terbakar emosi, hati terasa sumpek dan dada sesak menahan amarah, maka
tersenyumlah! Tidak ada yang lebih obat hati yang lebih mujarab daripada sebuah
senyuman. Karena senyum lebih erat dari jabat tangan
sahabat, senyum dapat menjadi penyejuk hati yang penuh amarah, juga mencairkan
suasana yang beku. Senyum itu menular dan akan membuat suasana menjadi gembira.
Dengan memulai kebiasaan tersenyum pada siapa saja dengan tulus, InsyaAllah
beban berat yang kita rasakan dapat berkurang, amarah berkurang, suasana lebih
akrab, sehingga kita lebih tenang dalam menghadapi permasalahan dan dapat menyelesaikannya
dengan mudah.
2. Mengalihkan perhatian
Memiliki masalah yang membuat kita
pusing tujuh keliling memikirkannya, memanglah berat. Apalagi masalah itu
sampai membuat kita tidak enak makan dan susah tidur, tentulah sangat menyiksa.
Nah, bagaimana jika masalah yang sampai menyebabkan Anda tidak nyaman seperti
itu terus Anda fikirkan? Konsentrasi Anda hanya tertuju pada masalah itu dan
akhirnya melupakan urusan yang lain. Menurut saya, kunci menghadapi
masalah berat adalah dengan “melupakan” masalah itu sendiri. Melupakan
disini bukan berarti kita masa bodoh dengan masalah, tetapi berusaha tidak
terlalu fokus pada permasalahan tersebut. Alihkan perhatian Anda dengan mencari
suasana berbeda, hiburan atau kesibukan lain, akan membuat hati dan fikiran kita
lebih enteng.
3. Telinga sebagai Penyaring
Jika semua yang kita dengar langsung
kita masukkan ke hati, dijamin kemarahanlah yang akan kita tampilkan dan tentu
saja akan sangat tidak nyaman. Kita tidak harus membawa apa yang kita dengar
langsung ke hati, lebih baik kita menyaringnya, dan mengambil yang baik-baik
saja dari informasi yang kita dengar tersebut, dan disitulah telinga kita
bekerja. Ya, telinga sebagai penyaring informasi yang kita dengar dari
manapun, jika informasi itu dirasa kurang enak dihati maka segera lupakan dan
buang jauh-jauh, istilahnya “masuk kuping kanan keluar kuping kiri”.
4. Bertukar posisi
Kunci kesabaran yang selanjutnya
adalah, dengan bersikap empati atau berusaha merasakan apa yang orang
lain rasakan. Saya menyebutnya, bertukar posisi. Kita berusaha menempatkan diri
kita pada posisi “tidak enak” yang orang lain merasakannya, bahkan dengan
ringan hati dapat menjalankan posisi itu. Dengan begitu, maka segala kemalangan
yang menimpa kita, akan terasa ringan. Kita tidak akan merasa sebagai “manusia termalang
di dunia” karena dengan berempati kita bisa melihat lebih banyak orang lain
yang lebih malang diluar sana. Jadi, untuk apa lagi marah dan
menyesali diri? Apalagi sampai berputus asa…
Bersabarlah. Dengan bersabar, banyak
kemudahan menghampiri Anda!
Komentar
Posting Komentar