Sementara para VIP di Indonesia bersiap-siap bergoyang
bersama Big Bang, para personel Big Bang tengah didera kesibukan masing-masing.
Seungri masih sibuk syuting serialnya di Jepang, T.O.P kembali ke lokasi syuting film pasca operasi ringan di tangannya, sedangkan sang leader, G-Dragon berkutat dengan proyek album solonya, One of A Kind.
Setelah mempromosikan lagu “One of a Kind” dan “That XX” yang diambil dari album terbarunya itu, pekan lalu G-Dragon merilis singel terbaru dari album yang sama, “Crayon”. Hebatnya, lagu-lagu G-Dragon itu berhasil memperoleh predikat “all kill”, yang berarti lagunya pernah memuncaki seluruh chart penjualan lagu dering di Korea.
Selain dikenal sebagai musisi jenius, G-Dragon juga sosok yang unik dan sulit ditebak. Penampilan dan selera modenya kerap menjadi kiblat para fashionista, musiknya selalu berhasil menaklukkan pasar, itu yang membuat sosok G-Dragon dan Big Bang cukup disegani dalam industri musik di Korea.
Bagaimana cara G-Dragon menciptakan
gaya dan konsepnya? Ia mengaku konsep itu datang dengan sendirinya dari
sikapnya yang cuek. “Saya mencoba cuek dan melakukan hal-hal yang tak bisa
dilakukan orang lain. Jika itu bisa menjadi konsep, saya rasa itulah konsep
saya. Saya pikir saya bisa membuat konsep yang mungkin tidak cocok dan sulit
untuk orang lain. Itulah salah stau kekuatan saya,” aku G-Dragon dalam
wawancara dengan E! Celebrity News.
Tak hanya dalam membuat konsep panggung
dan musik, G-Dragon juga dikenal cuek dalam berpakaian. Alih-alih membuat
penampilannya tampak berantakan, seleranya yang tinggi terhadap mode justru
membuatnya ditasbihkan sebagai salah satu ikon fashionista Korea.
“Saya sangat senang karena bisa memakai
apa saja yang ingin saya pakai. Selama promosi Big Bang, saya memang harus
berkoordinasi dengan personel lain untuk konsep (pakaian), tetapi saya bisa
memakai apa saja saat melakukan promosi (album) solo,” ungkapnya.
G-Dragon yang telah menjadi murid
pelatihan manajemen artis sejak usia yang sangat belia memiliki karakter yang
cukup kuat sebagai seorang penampil. Namun bagaimana sosok G-Dragon di balik
panggung, tidak banyak yang mengetahuinya. G-Dragon sendiri mengatakan,
kepribadiannya ketika tidak berada di panggung dan sorot lampu serta kamera
jauh berbeda dengan yang biasa disaksikan orang. Seperti apa?
“Kepribadian saya sangat berbeda saat
di panggung dengan di luar panggung. Saat berada di luar untuk tampil, saya
sangat percaya diri dan melakukan yang terbaik agar tak kelihatan terlalu
memaksakan diri. Tapi ketika turun panggung, seperti yang bisa Anda lihat
sekarang, cara bicara saya menjadi lebih lambat dan pemikiran saya seperti anak
kecil. Ketika tidak sedang bermusik, tak ada hal spesifik yang saya lakukan. Saya
makan, bertemu teman-teman, menonton film, jalan bareng teman, dan ngobrol,”
bebernya. Hmm, G-Dragon juga manusia.
Komentar
Posting Komentar